Teladan Kemanusiaan di Hari Pramuka ke-65: Guru SD Negeri 1 Sojokerto Ikuti Aksi Donor Darah di Leksono

 

SD N 1 Sojokerto

Sarijo, S.Pd, guru SD Negeri 1 Sojokerto mendonorkan darahnya pada Bulan Bhakti Pramuka Estafet Tunas Kelapa dan Hari Pramuka ke-65 di Leksono, Wonosobo.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, diwarnai dengan semangat kepedulian sosial yang kental. Di tengah kemeriahan Bulan Bhakti Pramuka Estafet Tunas Kelapa, Sarijo, S.Pd., salah satu tenaga pendidik dari SD Negeri 1 Sojokerto, turut ambil bagian menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah yang dipusatkan di GOR Selokromo.

​Kehadiran sosok guru kelas 6 sekaligus Bendahara Komunitas Belajar (Kombel) TUMBUH di lokasi donor darah ini menjadi bukti nyata keselarasan antara teori dan praktik. Di SD Negeri 1 Sojokerto, pendidikan kepramukaan merupakan ekstrakurikuler wajib bagi murid kelas 1 hingga 6. Keikutsertaan tenaga pendidik dalam aksi kemanusiaan ini memberikan teladan langsung bagaimana mengamalkan nilai-nilai luhur Dasa Darma Pramuka, khususnya poin rela menolong dan tabah.

​Menghidupkan Karakter TUMBUH Melalui Keteladanan

​Langkah Sarijo mendonorkan darah tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga membawa nilai edukasi yang kuat. Dalam filosofi Kurikulum TUMBUH (Taqwa, Unggul, Mandiri, Berbudaya, Ulet, Hijau) yang diusung sekolah, pendidikan karakter membutuhkan contoh autentik.

​Proses memuliakan murid tidak sebatas terjadi di dalam lingkungan sekolah, melainkan melalui inspirasi dari lingkungan sekitar dan keteladanan gurunya. Ketika pendidik aktif menunjukkan kepedulian sosial, murid secara alami akan menyerap nilai empati dan kemandirian. Pengalaman belajar yang kontekstual ini sangat penting untuk mendukung perkembangan murid secara utuh, melampaui sekadar capaian kognitif.

​Partisipasi aktif warga SD Negeri 1 Sojokerto dalam agenda strategis tingkat kecamatan dan kabupaten membuktikan bahwa ekosistem pendidikan di sekolah ini terus berkembang. Integrasi antara kegiatan masyarakat, nilai kepramukaan, dan semangat kolaborasi yang dibangun para guru pada akhirnya akan bermuara pada lahirnya generasi penerus yang tangguh, peduli, dan berkarakter luhur.