Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo kembali menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Keterampilan Pemanfaatan PID dan Digitalisasi Pembelajaran bagi Kepala Sekolah dan Guru tingkat Sekolah Dasar. Kegiatan strategis yang menargetkan sekolah-sekolah di luar penerima BOS Kinerja Tahun 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional pendidik dalam ekosistem digital.
Merespons arahan tersebut, SD Negeri 1 Sojokerto secara proaktif menugaskan pimpinan dan tenaga pendidiknya untuk mengikuti rangkaian Bimtek yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin (21/9/2026) dan Rabu (23/9/2026). Kepala SD Negeri 1 Sojokerto, Edi Widodo, S.Pd.SD., mengikuti kegiatan pemusatan di Aula SD Negeri 10 Wonosobo, sementara Bapak Sarijo, S.Pd., mengikuti pelatihan secara intensif di SD Negeri 1 Selokromo, Kecamatan Leksono.
Penguatan Tata Kelola Aset Digital Sekolah
Keikutsertaan pimpinan dan guru ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mengoptimalkan Program Unggulan bertajuk "Gema Sekolah Digital". Secara khusus, bimbingan teknis ini tidak hanya membekali peserta dengan metode pengajaran di kelas, tetapi juga menyasar penguatan manajerial di tingkat pimpinan.
Bapak Edi Widodo, selaku Kepala Sekolah sekaligus Penanggung Jawab Tim Digitalisasi SD Negeri 1 Sojokerto, mendapatkan bimbingan teknis mendalam mengenai dua hal krusial: tata kelola aset digital sekolah dan strategi supervisi pembelajaran berbasis digitalisasi..
Kepala Sekolah SD N 1 Sojokerto bersama kelompok menunjukkan hasil tugas yang diberikan instruktur Bimtek.
Pemahaman manajerial ini sangat vital. Melalui sistem supervisi berbasis digital, kepala sekolah dapat memantau, mengevaluasi, dan mendampingi para guru dengan lebih efektif, efisien, dan berbasis data yang akurat. Hal ini memastikan bahwa rancangan pengalaman belajar yang disajikan di kelas benar-benar bermutu dan sejalan dengan komitmen sekolah dalam menjalankan proses memuliakan murid.
Di sisi lain, pengelolaan aset digital yang rapi—seperti pengarsipan cloud, pengelolaan situs web resmi, hingga media sosial—memastikan rekam jejak dan praktik baik pendidikan sekolah tersimpan dengan aman serta dapat diakses secara transparan oleh masyarakat luas.
Langkah ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai "Terbuka untuk Belajar" dan "Unggul" yang menjadi pilar utama Kurikulum TUMBUH.
Digitalisasi demi Proses Memuliakan Murid
Pada akhirnya, muara dari transformasi manajerial dan penguasaan teknologi informasi ini adalah peningkatan kualitas layanan bagi anak. Literasi digital yang mumpuni akan sangat mendukung kelancaran proses memuliakan murid di ruang kelas.
Dengan perangkat dan instrumen digital yang relevan, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menyajikan visualisasi yang menarik, serta menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. Melalui sinergi Tim Digitalisasi yang terus memperbarui kompetensinya, SD Negeri 1 Sojokerto memastikan bahwa setiap anak siap menghadapi tantangan era global dengan tetap berpijak kokoh pada kearifan lokal.