Perkuat Kualitas Kokurikuler, Guru SD Negeri 1 Sojokerto Aktif Ikuti KKG Kelas 2 Kecamatan Leksono

 

Ratna Moneta ikuti KKG Guru Kelas 2
Ratna Moneta Fitriyani, S.Pd., bersama rekan-rekan guru
saat mengikuti kegiatan KKG di SD Negeri 3 Leksono.



Semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tak pernah pudar di lingkungan SD Negeri 1 Sojokerto. Pada Kamis (24/9/2026), Guru Kelas 2, Ibu Ratna Moneta Fitriyani, S.Pd., melangkah ke SD Negeri 3 Leksono untuk bergabung bersama puluhan pendidik lainnya dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelas 2 se-Kecamatan Leksono.


Fokus utama dari pertemuan strategis ini mengupas tuntas materi Berbagi Praktik Baik yang bertajuk “Pemahaman Pelaksanaan dan Penilaian Kokurikuler”. Agenda edukatif ini dipandu langsung oleh narasumber ahli sekaligus guru Kelas 2 di SD N 2 Kalimendong, Ibu Sari Utami Pangestuti, S.Pd., dengan pendampingan intensif dari Kepala Sekolah Pendamping, Ibu Laela Irmayatun Isrina, S.Pd.


Menajamkan Kualitas Pengalaman Belajar


Keterlibatan Ibu Ratna dalam wadah pengembangan profesional ini sangat krusial bagi ekosistem SD Negeri 1 Sojokerto. Di dalam penerapan Kurikulum TUMBUH, kegiatan kokurikuler menduduki porsi yang sangat penting untuk menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.


Khususnya di Fase A (Kelas 2), murid dibimbing melalui proyek-proyek riil seperti "Peduli Alam Sekitar" dan budidaya tanaman. Aktivitas tersebut menuntut ketelitian serta kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, dan mendampingi anak secara menyeluruh. Pemahaman yang mendalam terkait manajemen kokurikuler memastikan bahwa setiap aktivitas yang dirancang benar-benar berpusat pada minat dan kesiapan anak, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang menggembirakan (joyful learning).


Asesmen Otentik demi Proses Memuliakan Murid


Lebih jauh, materi penilaian kokurikuler yang dibedah dalam KKG ini memberikan wawasan segar mengenai evaluasi yang memanusiakan anak. Di SD Negeri 1 Sojokerto, asesmen kokurikuler tidak lagi berfokus pada instrumen tes tulis kuantitatif berupa skor angka yang kaku, melainkan menggunakan model pendekatan penilaian otentik berkelanjutan yang memotret internalisasi karakter dan perubahan perilaku nyata murid.


Kehadiran Ibu Ratna dalam forum KKG lintas sekolah ini merupakan wujud nyata dari aktualisasi nilai "Terbuka untuk Belajar" dan "Maju Bersama" yang tertanam kuat dalam filosofi sekolah. Dengan wawasan pedagogik baru yang diperoleh dan dideseminasikan, kualitas proses memuliakan murid di ruang kelas akan semakin tajam, memastikan setiap perkembangan murid terpantau, dihargai, dan diarahkan secara optimal menuju profil lulusan yang unggul.