Lewati Jam Kerja, Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 1 Sojokerto Ikuti Webinar Nasional Bahaya Vape

aktif ikuti webinar sd n 1 sojokerto
Guru SDN 1 Sojokerto Ikuti Webinar Nasional
Bahaya Vape.


Bel tanda berakhirnya jam sekolah pada hari Sabtu (26/9/2026) tepat berbunyi pukul 13.00 WIB. Sebagian besar warga sekolah mulai beranjak pulang untuk beristirahat dan menikmati akhir pekan. Namun, bagi Kepala SD Negeri 1 Sojokerto beserta sejumlah dewan guru, proses belajar rupanya tidak berhenti seiring dengan jam presensi kepulangan.


​Dari rumah dan berbagai lokasi masing-masing, para pendidik ini kembali membuka layar gawai dan laptop mereka. Secara daring, mereka berpartisipasi aktif dalam Webinar Nasional Seri #315 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau Indonesia. Mengusung tema yang sangat krusial, yakni "Vape di Kalangan Pelajar: Ancaman Baru Paru-Paru Generasi Bangsa", kegiatan edukatif ini berlangsung padat dari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.

​

Memahami Ancaman Modern demi Proses Memuliakan Murid


​Partisipasi di luar jam kerja ini merupakan wujud nyata dari nilai "Terbuka untuk Belajar" yang menjadi salah satu pilar filosofi Kurikulum TUMBUH di SD Negeri 1 Sojokerto. Guru menyadari bahwa proses memuliakan murid tidak hanya sebatas memberikan materi pelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup perlindungan proaktif terhadap kesehatan fisik dan mental anak dari ancaman gaya hidup modern yang merusak.


​Dalam sesi pemaparannya, Dr. dr. Alfian Nur Rosyid, Sp.P(K), selaku Dokter Spesialis Paru, membeberkan fakta memprihatinkan bahwa sekitar 12,6% pelajar berusia 13-17 tahun dilaporkan telah menggunakan rokok elektronik pada tahun 2023. Ia juga menyoroti risiko medis yang mengintai, mulai dari gangguan perkembangan otak akibat paparan nikotin, hingga ancaman penyakit fatal seperti EVALI (cedera paru akut) dan fenomena paru-paru popcorn (Popcorn Lung).


​Sementara itu, Prof. Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., menekankan bagaimana industri tembakau secara agresif menargetkan generasi muda sebagai pasar utama melalui desain kemasan produk yang menarik, berbagai varian rasa manis, serta harga eceran yang murah. Lebih jauh, rokok elektronik juga membawa dampak ekologis buruk berupa limbah B3 dan limbah elektronik (E-waste) yang mencemari lingkungan.


​Antusiasme Pelajar Kritis di Sesi Tanya Jawab


​Satu hal yang paling menarik dan menumbuhkan harapan dalam webinar nasional tersebut adalah antusiasme yang luar biasa pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis bermunculan, yang istimewanya, datang langsung dari para pelajar tingkat SD hingga SMP. Mereka secara berani dan kritis menggali informasi lebih dalam mengenai bahaya laten kandungan nikotin pada tubuh dan masa depan mereka.


​Keterlibatan aktif para pelajar dalam diskusi kesehatan ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran literasi kesehatan mulai tumbuh pada generasi muda. Bagi dewan guru SD Negeri 1 Sojokerto, wawasan komprehensif yang diperoleh dari webinar ini tidak akan berhenti sebagai catatan pribadi, melainkan akan segera dikontekstualisasikan ke dalam ekosistem sekolah.


​Pengetahuan ini akan memperkuat implementasi Program Unggulan "Sekolah Sehat (Generasi Sehat, Jiwa Kuat)", di mana guru dapat memberikan edukasi preventif yang lebih komprehensif kepada murid maupun orang tua terkait bahaya rokok dan vape. Dengan bekal wawasan yang terus diperbarui, SD Negeri 1 Sojokerto terus bergerak memastikan hadirnya pengalaman belajar dan lingkungan yang benar-benar aman, sehat, dan kondusif bagi perkembangan murid secara utuh.