Hargai Perjuangan Anak, SD Negeri 1 Sojokerto Beri Apresiasi Seluruh Duta FTBI dan MAPSI di Hadapan Peserta Upacara

 

Apresiasi SD N 1Sojokerto Anak berprestasi
Pemberian apresiasi ke murid sebagai wujud memuliakan anak.



Suasana upacara bendera di lapangan SD Negeri 1 Sojokerto pada Senin pagi (21/9/2026) terasa berbeda dan penuh haru. Tepat setelah amanat pembina upacara selesai disampaikan, deretan murid yang tergabung dalam kontingen Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan lomba MAPSI Tingkat Kecamatan Leksono dipanggil maju ke depan barisan.


Pemanggilan ini bukanlah ajang pamer piala semata. Sekolah secara khusus memberikan piagam penghargaan dari sekolah kepada seluruh duta lomba—baik yang berhasil membawa pulang predikat juara maupun yang belum meraih posisi puncak pada kompetisi pekan lalu.


Wujud Nyata Proses Memuliakan Murid


Langkah pemberian apresiasi yang setara ini merupakan cerminan langsung dari Proses Memuliakan Murid yang menjadi fondasi layanan pendidikan di SD Negeri 1 Sojokerto. Sekolah menyadari bahwa setiap murid yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk berlatih selama berminggu-minggu adalah seorang pemenang sejati.


Bagi sekolah, pengalaman belajar yang dilalui oleh duta FTBI dalam merawat sastra Jawa, serta ketekunan kontingen MAPSI dalam mendalami ilmu agama, jauh lebih bermakna daripada sekadar hasil akhir. Piagam penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas karakter 'Ulet'—ketangguhan mental dan kegigihan pantang menyerah—yang telah ditunjukkan oleh anak-anak selama masa persiapan hingga hari perlombaan.


Menginspirasi Warga Sekolah


Tampilnya seluruh kontingen di hadapan teman-temannya, mulai dari Jasmin Wilda Aulia, Aura Valentina, Qoriatin Nafisa, hingga Destiana, Abdurrahman, Mayang, Afif, Anindhita, dan Rahman Maulana, memberikan pesan moral yang sangat kuat. Sorak sorai dan tepuk tangan dari seluruh peserta upacara menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.


Momen ini dirancang secara khusus untuk menumbuhkan motivasi internal bagi murid-murid lainnya. Melalui apresiasi terbuka ini, sekolah menanamkan pola pikir bahwa kegagalan meraih juara bukanlah sebuah aib, melainkan bagian dari perjalanan bertumbuh.


Guna membentuk generasi TUMBUH yang tidak hanya cerdas dan bertaqwa, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi dan berani mengambil peran dalam berbagai kesempatan positif di masa depan.