Guru SD Negeri 1 Sojokerto Eksplorasi Papan Interaktif Digital di KKG Leksono

Guru Kelas 3 SD N 1 Sojokerto
Guru Kelas 3 SD Negeri 1 Sojokerto, Ibu Rohmiyatun, bersama rekan-rekan pendidik
mengikuti pelatihan pemanfaatan Papan Interaktif Digital di SD Negeri 1 Sawangan.


Transformasi digital di ruang kelas bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan layanan pendidikan yang relevan dengan zaman. Menyadari hal tersebut, Guru Kelas 3 SD Negeri 1 Sojokerto, Ibu Rohmiyatun, S.Pd.SD., berpartisipasi aktif dalam wadah Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelas III se-Kecamatan Leksono pada Rabu (30/9/2026).


Pertemuan edukatif yang diselenggarakan mulai pukul 10.00 WIB di SD Negeri 1 Sawangan ini secara khusus mengangkat tema "Pemanfaatan Papan Interaktif Digital". Melalui bimbingan narasumber, para pendidik diajak membedah langsung fitur-fitur panel layar sentuh cerdas yang dapat mengubah materi ajar statis menjadi presentasi visual yang dinamis dan dua arah.


Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Menggembirakan


Kehadiran Ibu Rohmiyatun dalam forum KKG ini merupakan langkah strategis bagi ekosistem SD Negeri 1 Sojokerto. Pemanfaatan teknologi seperti Papan Interaktif Digital (IFP) sangat krusial dalam merancang pengalaman belajar yang menggembirakan (joyful learning), khususnya bagi murid di usia sekolah dasar yang membutuhkan stimulus visual dan kinestetik untuk mempertahankan fokus mereka.


Dengan penguasaan perangkat digital interaktif, guru dapat menyajikan kuis langsung, memutar video edukasi dengan resolusi tinggi, hingga mengajak murid menyentuh dan memecahkan teka-teki langsung di depan layar. Hal ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam menjalankan proses memuliakan murid—di mana anak-anak tidak lagi hanya duduk pasif mendengarkan ceramah, melainkan dilibatkan secara aktif sebagai subjek penjelajah ilmu.


Menguatkan Pilar 'Terbuka untuk Belajar'


Langkah proaktif peningkatan kompetensi ini merupakan perwujudan otentik dari nilai "Terbuka untuk Belajar" dalam filosofi Kurikulum TUMBUH yang dianut sekolah. Guru dituntut untuk memiliki semangat belajar sepanjang hayat dan bersikap adaptif terhadap perubahan instrumen pedagogik.


Ibu Rohmiyatun, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Komunitas Belajar (Kombel) TUMBUH di SD Negeri 1 Sojokerto, nantinya akan mendeseminasikan wawasan teknologi yang diperolehnya ini kepada rekan-rekan sejawat di sekolah. Melalui kolaborasi dan semangat berbagi praktik baik ini, SD Negeri 1 Sojokerto memastikan bahwa inovasi pengajaran tidak hanya berhenti pada satu individu, melainkan menjadi budaya kolektif demi mencetak generasi unggul yang melek teknologi.