Guru SD Negeri 1 Sojokerto Bergiliran Latih Murid Hadapi Lomba PBB

Latihan PBB SD N 1 Sojokerto

Sinergi Ggru SDN 1 Sojokerto Latih Kedisiplinan Murid Hadapi Lomba PBB Leksono


Hentakan langkah kaki yang serentak dan suara aba-aba yang tegas memecah keheningan halaman SD Negeri 1 Sojokerto dalam beberapa hari terakhir. Pemandangan ini merupakan bagian dari intensitas latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diikuti oleh pleton murid terpilih, guna menyongsong ajang perlombaan PBB Tingkat Kecamatan Leksono yang rencananya akan dihelat pada 3 Oktober 2026 mendatang.


​Persiapan matang ini tidak lepas dari strategi pembinaan yang solid di internal sekolah. Di bawah komando Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Bapak Teguh Ardianto, S.Pd.JAS selaku koordinator utama, proses pelatihan dirancang secara kolaboratif. Dewan guru sepakat untuk berbagi tugas dan bergiliran turun langsung ke lapangan mendampingi anak-anak berlatih.


​Kolaborasi Mewujudkan Proses Memuliakan Murid


​Sinergi antar-pendidik ini tampak jelas di lapangan. Pada salah satu sesi latihan, Bapak Sarijo, S.Pd., terlihat mengambil alih komando, memberikan arahan, dan memoles ketepatan gerakan baris-berbaris murid dengan penuh ketelatenan di bawah terik matahari.


​Pembagian tugas melatih secara bergiliran ini merupakan cerminan nyata dari prinsip "Maju Bersama" yang menjadi roh dari ekosistem SD Negeri 1 Sojokerto. Dengan keterlibatan banyak guru, murid mendapatkan pengalaman belajar yang kaya akan berbagai pendekatan instruksi, sekaligus memastikan bahwa kondisi fisik dan psikologis anak tetap terpantau dengan baik.


​Bagi sekolah, latihan PBB bukan semata-mata ambisi untuk membawa pulang piala. Kegiatan ini adalah wadah otentik untuk mempraktikkan proses memuliakan murid. Di lapangan, guru tidak hanya mengajarkan cara berbelok atau hormat yang benar, tetapi juga menanamkan apresiasi atas setiap usaha keras yang ditunjukkan anak.


​Menguatkan Pilar 'Ulet' dan Nasionalisme


​Latihan fisik yang menguras keringat ini secara langsung membentuk karakter 'Ulet'—ketangguhan mental dan daya tahan tinggi—sebagaimana yang tertuang dalam filosofi Kurikulum TUMBUH. Murid dilatih untuk tidak mudah mengeluh, membangun fokus, dan menyatukan ritme dengan teman satu pletonnya. Di saat yang sama, kegiatan ini menumbuhkan jiwa kewargaan dan semangat nasionalisme sejak dini.


​Pihak sekolah sangat mengapresiasi dedikasi luar biasa dari tim pelatih, khususnya Bapak Teguh dan Bapak Sarijo, serta seluruh tenaga pendidik yang terus mendukung di belakang layar. Melalui persiapan yang menggembirakan dan terstruktur ini, diharapkan perkembangan murid secara mental dan fisik akan berada pada titik puncaknya saat mereka berlaga membawa nama baik SD Negeri 1 Sojokerto di tingkat kecamatan awal Oktober nanti.