Wujud Generasi TUMBUH Berbudaya, Murid SD Negeri 1 Sojokerto Gotong Royong Sebelum Latihan Karawitan Perdana

 

Murid SD Negeri 1 Sojokerto bergotong royong membersihkan gamelan di ruang kesenian desa Sojokerto sebelum latihan karawitan.
Murid SD Negeri 1 Sojokerto bergotong royong membersihkan gamelan
di ruang kesenian desa Sojokerto sebelum latihan karawitan
.


Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di Ruang Kesenian milik pemerintah Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026. Puluhan murid SD Negeri 1 Sojokerto berkumpul, bukan hanya untuk belajar menabuh gamelan, melainkan untuk menunjukkan karakter dasar "Generasi TUMBUH" yang sesungguhnya.

Hari itu merupakan momentum perdana dimulainya kembali latihan ekstrakurikuler karawitan bagi murid-murid kelas 3 hingga kelas 6. Namun, menariknya, sebelum memegang penabuh gamelan, mereka terlebih dahulu mengayunkan sapu dan kemoceng.


Sinergi dan Kepedulian Lingkungan

Sebagai wujud sinergi yang baik antara pihak sekolah dengan Pemerintah Desa Sojokerto, latihan ekstrakurikuler karawitan ini memanfaatkan fasilitas ruang kesenian milik desa. Menyadari kebersihan adalah fondasi kenyamanan belajar, murid-murid dengan penuh kemandirian (Mandiri) dan semangat kolaborasi (Berkolaborasi) bergotong royong membersihkan ruangan tersebut.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, murid-murid yang mengenakan pakaian olahraga dan seragam Pramuka tampak berbagi tugas. Ada yang menyapu lantai, membersihkan debu yang menempel pada saron, bonang, dan kendang, serta menata ulang tata letak instrumen agar lebih rapi. Latihan tidak akan dimulai sebelum ruangan dirasa bersih dan nyaman untuk ditempati.


Mulai Mempelajari Titi Laras

Setelah proses pembersihan selesai dan ruangan tampak asri (Harmonis & Peduli Lingkungan), latihan perdana pun dimulai dengan khidmat. Pembina ekstrakurikuler karawitan, Sarijo, S.Pd.SD memulainya dengan memberikan pengenalan dasar teknis permainan gamelan.

Fokus latihan perdana ini adalah pengenalan notasi dasar gamelan atau yang dikenal dengan istilah titi laras. Murid-murid diajarkan cara membaca notasi dan mencocokkannya dengan bilah instrumen yang mereka hadapi. Meskipun masih dalam tahap pengenalan, antusiasme murid-murid sangat tinggi untuk mempelajari kesenian adiluhung warisan leluhur ini.


Melestarikan Budaya Sejak Dini

Kepala SD Negeri 1 Sojokerto, Edi Widodo, S.Pd.SD., dalam kesempatan terpisah, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh murid-muridnya. "Kegiatan ekstrakurikuler karawitan ini bukan sekadar belajar musik, tetapi merupakan upaya mendalam (Deep Learning) untuk menanamkan nilai-nilai karakter 'TUMBUH', khususnya aspek 'Berbudaya' dan 'Ulet'," ujarnya.

Melalui program ini, SD Negeri 1 Sojokerto Wonosobo berkomitmen untuk terus konsisten melestarikan kearifan lokal Jawa Tengah di tengah arus modernisasi. Murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam mempertahankan identitas budaya bangsanya.