Menyemai Keteladanan Rasulullah di Halaman SD Negeri 1 Sojokerto

 

Guru PAI SD Negeri 1 Sojokerto Taat Sulistyani menyampaikan materi keteladanan Rasulullah menyambut Maulid Nabi
Guru PAI, Taat Sulistyani, S.Pd., sedang menyampaikan materi keteladanan Rasulullah
dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.


Suasana pagi di SD Negeri 1 Sojokerto yang cerah pada Jumat, 28 Agustus 2026. Usai melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan melantunkan Asmaul Husna dengan khusyuk, barisan murid tidak langsung beranjak ke kelas. Mereka tetap duduk rapi di halaman sekolah untuk menyimak sebuah kisah penuh hikmah yang telah menanti.


Menyelami Akhlak Mulia Sang Nabi

Kegiatan pembiasaan Jumat pagi kali ini memiliki nuansa istimewa dalam rangka menyambut libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dijadwalkan pada 5 September 2026. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Negeri 1 Sojokerto, Taat Sulistyani, S.Pd., hadir di tengah-tengah murid untuk menyampaikan materi mendalam mengenai keteladanan Rasulullah.


Melalui pendekatan bercerita yang hangat, Taat Sulistyani mengajak anak-anak menyelami kembali jejak kasih sayang, kejujuran, dan kelembutan hati Nabi Muhammad SAW. Pesan-pesan moral dirajut apik agar relevan dengan dunia anak-usia sekolah dasar, menjadikan proses memuliakan murid ini bukan sekadar transfer informasi, melainkan sentuhan langsung pada relung hati mereka.


Menghidupkan Pilar Taqwa dalam Kurikulum TUMBUH

Penanaman nilai-nilai kenabian ini berakar kuat pada fondasi identitas sekolah. Langkah tersebut selaras dengan pilar utama dari Kurikulum TUMBUH yang diusung oleh SD Negeri 1 Sojokerto, di mana huruf "T" mewakili nilai "Taqwa". Nilai Taqwa ini secara khusus dirancang untuk menumbuhkan generasi yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mewujudkan akhlak mulia dalam setiap proses belajar serta kehidupan sehari-hari.


Melalui rutinitas pembiasaan positif yang memadukan ibadah praktis dan kajian kisah teladan, para pendidik berharap perkembangan murid tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademis. Lebih dari itu, mereka sedang menumbuhkan generasi yang memiliki ketangguhan batin, kepekaan sosial, dan budi pekerti luhur untuk menghadapi masa depannya.