Rutinitas Jumat SDN 1 Sojokerto: Padukan Spiritual dan Public Speaking

embiasaan Jumat SD Negeri 1 Sojokerto
Murid SD Negeri 1 Sojokerto berlatih pidato untuk melatih keberanian dan kemampuan komunikasi.




Pendidikan karakter yang utuh tidak hanya dibangun di dalam ruang kelas, melainkan melalui pengalaman belajar nyata yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Di SD Negeri 1 Sojokerto, Jumat pagi selalu memiliki ritme yang istimewa. Mengawali hari, para murid dan guru melangkah bersama menuju Mushola Dusun Mbangon yang terletak tepat di belakang area sekolah.

Langkah kaki ini merupakan bagian dari Program Pembiasaan Khusus berbasis Sekolah Ramah Anak yang berfokus pada penguatan spiritualitas kolektif. Di mushola tersebut, seluruh warga sekolah merapatkan barisan untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah. Suasana hening dan khusyuk menyelimuti pagi, memberikan ketenangan batin sebelum murid-murid memulai aktivitas akademis mereka.

Selesai mendirikan sholat sunnah, rutinitas dilanjutkan dengan melafalkan Asmaul Husna secara bersama-sama. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program Gema Al-Qur'an yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai religius dengan melafalkan nama-nama baik Allah secara rutin di awal hari persekolahan. Melalui pembiasaan ini, nilai "Taqwa" dalam Kurikulum TUMBUH perlahan terinternalisasi menjadi karakter yang melekat pada diri setiap murid.


Dari Kekhusyukan Menuju Keberanian Tampil

Keistimewaan hari Jumat di SD Negeri 1 Sojokerto tidak berhenti pada aspek ibadah. Setelah rangkaian doa dan Asmaul Husna selesai, mushola berubah menjadi ruang eksplorasi keberanian. Secara bergiliran, murid-murid mendapatkan panggung untuk belajar berpidato di hadapan teman-teman sebaya dan para guru.

Topik pidato yang dibawakan berbeda-beda setiap minggunya, dirancang untuk memperluas wawasan dan mengasah daya nalar murid. Praktik public speaking sedari dini ini merupakan cara sekolah menumbuhkan dimensi "Unggul" dan "Mandiri" dari filosofi TUMBUH. Murid dilatih untuk mengelola rasa gugup, menyusun gagasan secara logis, dan menyampaikannya dengan artikulasi yang jelas. Mereka tidak hanya belajar menjadi pendengar yang baik, tetapi juga komunikator yang tangguh.